Mahasiswa Pendidikan Sejarah UNIPMA Kenalkan Upaya Pelestarian Kue Manco melalui Festival Manco kepada Akademisi Dunia
Universitas PGRI Madiun – Di balik cita rasa manis Kue Manco, tersimpan cerita panjang tentang upaya masyarakat dalam menjaga warisan budaya Kabupaten Madiun. Kisah pelestarian kuliner tradisional itulah yang dibawa Vanzha Rio Prabowo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), ke forum akademik internasional melalui 3rd International Conference on History, Social Sciences, and Education (ICHSE) 2026.
Konferensi yang digelar pada 5–6 Juli 2026 di Universitas Negeri Malang tersebut mempertemukan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus menghadirkan peserta dari sejumlah universitas luar negeri, seperti Leiden University (Belanda), Curtin University (Australia), dan De La Salle University (Filipina).
Dalam forum tersebut, Rio menjadi pemakalah dengan mengangkat penyelenggaraan Festival Manco di Desa Tambakmas, Kabupaten Madiun, sebagai bentuk aktualisasi Sejarah Publik. Melalui penelitian itu, ia menyampaikan bagaimana masyarakat berupaya melestarikan Kue Manco sebagai kuliner tradisional sekaligus memperkenalkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat luas.
"Kue Manco tidak hanya menjadi produk kuliner, tetapi juga bagian dari identitas dan cerita masyarakat yang perlu terus dijaga," ujar Rio.
Kajian tersebut selaras dengan tema konferensi, "Oral History for Social Transformation: Inclusivity, Democracy, and Equality," yang menempatkan pengalaman dan cerita masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun pemahaman sejarah. Festival Manco menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi lokal dapat terus hidup melalui keterlibatan masyarakat.
Gagasan yang dibawa Rio turut mendapat perhatian dari akademisi internasional. Salah satu akademisi dari Leiden University, Belanda, memberikan apresiasi terhadap pendekatan penelitian yang merekam suara masyarakat akar rumput. Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan sudut pandang baru dalam kajian tentang Indonesia, khususnya dalam melihat dinamika sosial dan budaya masyarakat di Kabupaten Madiun.
Keberhasilan membawa kajian budaya lokal ke panggung akademik internasional tidak lepas dari dukungan jajaran Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas PGRI Madiun. Mulai dari Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Khoirul Huda, S.Pd., M.Pd., hingga para dosen terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan sejarah dan potensi masyarakat.
Bagi Rio, kesempatan menjadi pemakalah dalam konferensi internasional menjadi pengalaman berharga untuk memperlihatkan bahwa sejarah publik dapat hadir melalui berbagai bentuk, termasuk tradisi dan kuliner yang tumbuh di tengah masyarakat.
"Harapannya, Kue Manco semakin dikenal sebagai warisan budaya Kabupaten Madiun yang memiliki nilai sejarah dan cerita dari masyarakatnya," tuturnya.
Prestasi Rio menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa tidak hanya berhenti pada ruang akademik, tetapi juga mampu menjadi media untuk mendokumentasikan, menjaga, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui berbagai capaian mahasiswanya, Universitas PGRI Madiun terus mendorong terciptanya budaya akademik yang mendukung penelitian inovatif, sekaligus menguatkan peran mahasiswa dalam mengangkat potensi daerah melalui ilmu pengetahuan.




