Mencari Duta PGSD 2027, UNIPMA Uji Kemampuan Akademik hingga Bakat Peserta 

Universitas PGRI Madiun — Pemilihan Duta PGSD 2027 Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) memasuki tahap penyaringan kandidat melalui tes bakat dan catwalk. Tahap ini menjadi bagian dari rangkaian seleksi untuk menentukan enam peserta terbaik yang terdiri atas tiga putra dan tiga putri untuk melaju ke grand final.

Seleksi berlangsung dalam dua babak. Babak pertama digelar pada Jumat, (28/8), di Kampus 2 Universitas PGRI Madiun lantai 3, ruang B.301-B.305, dengan agenda tes tulis dan wawancara.

Selanjutnya, babak kedua dilaksanakan pada Sabtu, (29/8), di ruang B.301 dan B.302 Kampus 2. Peserta mengikuti catwalk dan tes bakat sebagai bagian dari penilaian untuk menentukan kandidat terbaik Duta PGSD 2027.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Program Studi (Kaprodi) PGSD Universitas PGRI Madiun, Dr. Endang Sri Maruti, M.Pd. Kehadiran pihak program studi menjadi bagian dari dukungan terhadap proses pemilihan mahasiswa yang nantinya diharapkan mampu menjadi representasi PGSD.

Tes bakat tidak sekadar menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Panitia juga menilai sejauh mana bakat tersebut dapat dikembangkan dan dikaitkan dengan karakter mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Muhammad Iqbal Wahyu Pradana selaku ketua pelaksana menjelaskan, tes tersebut dirancang untuk melihat kemampuan peserta sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan dalam konteks ke-PGSD-an.

“Tes bakat untuk mengetahui kemampuan peserta yang dapat dikembangkan dan diinterpretasikan ke dalam ke-PGSD-an,” ujar Iqbal.

Menurut dia, peserta juga dinilai dari proses mereka dalam mengembangkan atau mendalami bakat yang dimiliki. Dengan demikian, kemampuan nonakademik menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kandidat yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya.

Seleksi mengusung tema “Nyalakan Kecerdasan, Pancarkan Kreativitas, Wujudkan Duta PGSD yang Menginspirasi Generasi.” Tema tersebut menjadi arah dalam mencari sosok duta yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas dan potensi untuk menjadi representasi mahasiswa PGSD.

Pada babak pertama, tes tulis dinilai oleh panitia Duta PGSD. Sementara itu, wawancara melibatkan Sesaria bersama Duta PGSD 2026, Valentino dan Retno. Pada babak kedua, penilaian catwalk dan tes bakat dilakukan oleh Sesaria Prima Yudhaningtyas, S.Pd., M.Pd., dan Eka Nofri Ari Yanto, S.Pd., M.Pd.

Rangkaian seleksi tersebut diarahkan untuk menyaring peserta hingga tersisa enam kandidat terbaik. Mereka selanjutnya akan berkompetisi pada grand final untuk menentukan Duta Putra dan Putri PGSD 2027.

Iqbal berharap pasangan Duta PGSD 2027 yang terpilih nantinya memiliki kemampuan akademik dan nonakademik yang seimbang. Sosok tersebut juga diharapkan mampu menjadi contoh bagi mahasiswa lain dan memberikan manfaat di lingkungan masyarakat.

“Harapannya, PGSD dapat memiliki pasangan duta terbaik dari segi akademik maupun nonakademik serta dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lain,” katanya.

Selain menjadi representasi PGSD, Duta PGSD 2027 diharapkan mampu membawa peran yang lebih luas sebagai sosok yang dapat menginspirasi mahasiswa, khususnya di lingkungan Program Studi PGSD Universitas PGRI Madiun.