Malam Api Unggun KMD PGSD UNIPMA, Perkuat Karakter dan Kekompakan Calon Pembina Pramuka 

MADIUN — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengikuti Malam Api Unggun sebagai bagian dari rangkaian Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Kegiatan yang digelar di halaman GOR Cendekia, Senin (27/7), kemarin tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkuat nilai kebersamaan, kreativitas, dan karakter kepemimpinan sebagai calon pembina pramuka.

Malam Api Unggun menjadi salah satu agenda penting dalam pelaksanaan KMD. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengikuti prosesi kepramukaan, tetapi juga belajar mengelola kegiatan yang mampu membangun semangat kelompok dan mempererat kerja sama antaranggota regu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan pasukan. Seluruh peserta KMD membentuk formasi mengelilingi tumpukan kayu yang telah disiapkan sebagai pusat upacara api unggun.

Suasana kegiatan semakin terasa saat prosesi penyalaan obor dilakukan. Prosesi tersebut diiringi penampilan enam penari dan dua penari utama yang membawa hasil panen menggunakan besek dan pikulan dengan konsep yang menggambarkan aktivitas petani.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas PGRI Madiun Dr. Jeffry Handhika, S.Si., M.Pd., M.Si., jajaran dosen, Kakak-kakak Pusdiklatcab Canda Birawa Kwartir Cabang Kota Madiun, panitia Racana, serta seluruh peserta KMD.

Selain prosesi api unggun, peserta juga mengikuti pentas seni bertema Nusantara. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perlombaan antarregu yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menampilkan kreativitas dan kerja sama yang telah dibangun selama mengikuti kursus.

Intan selaku sie acara malam pentas seni api unggun mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk melatih peserta dalam menciptakan pertunjukan yang menarik sekaligus membangun rasa percaya diri.

“Pentas seni ini dilombakan supaya peserta lebih semangat menampilkan hasil latihan mereka,” ujar Intan, Senin (3/8), kemarin.

Ia menjelaskan, pentas seni dalam KMD juga menjadi latihan bagi calon pembina pramuka untuk memahami cara mengemas kegiatan yang kreatif dan edukatif bagi peserta didik di masa mendatang.

“Melalui pentas seni, peserta belajar bekerja sama, percaya diri, dan mengemas kegiatan yang menarik dengan memanfaatkan kreativitas yang mereka miliki,” kata Intan.

Pentas seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan setelah peserta mengikuti rangkaian materi KMD, tetapi juga menjadi simulasi bagi mahasiswa untuk merancang kegiatan kepramukaan yang menyenangkan dan memiliki nilai pendidikan.

Dalam perlombaan pentas seni bertema Nusantara tersebut, kelas 4B berhasil menjadi pemenang. Penampilan dari masing-masing regu menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memperkuat kekompakan peserta selama mengikuti KMD.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PGSD Universitas PGRI Madiun diharapkan memiliki bekal kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan mengelola kegiatan sebelum menjalankan peran sebagai pembina pramuka di gugus depan.