Sinergi Internasional! FH UNIPMA dan NEUST Filipina Gelar Workshop Hukum Siber dan Lingkungan di SMA Muhammadiyah 1 Madiun
Universitas PGRI Madiun — Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) bersama College of Criminology, Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST) Filipina, menggelar kegiatan pengabdian internasional (International Community Service) di SMA Muhammadiyah 1 Madiun (SMA Muhasa), Jumat (30/10), kemarin.
Mengusung tema "Cyber Crime Laws and Environmental Laws", kolaborasi lintas negara ini membekali sekitar 60 siswa dan 15 guru dengan wawasan hukum digital dan pelestarian lingkungan langsung dari akademisi mancanegara.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Muhasa tersebut dipimpin langsung oleh Dekan FH Universitas PGRI Madiun, Dr. Siska Diana Sari, S.H., M.H., didampingi Ketua Program Studi Dr. Sulistya Eviningrum, S.H., M.H., serta jajaran dosen dan mahasiswa. Sementara itu, delegasi NEUST Filipina diperkuat oleh dua dosen College of Criminology, Floralyn Laconsay D. dan Pershalyn M. Almerol, bersama tiga mahasiswa mereka, yakni Micah Munsayac, Steph Dela Cruz, dan Kryzia Mica Barleso.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Madiun, Ust. Hafidzuddin, S.Pd.I., menyambut hangat sinergi global yang menjangkau institusi pendidikan menengah ini. Ia mengapresiasi kehadiran para akademisi lintas negara yang memberikan warna baru bagi lingkungan sekolah. “Perwakilan Universitas PGRI Madiun juga memberikan sambutan sebelum kegiatan berlanjut ke sesi utama,” ujar Ust. Hafidzuddin.
Berdasarkan laporan Rida Fahas, M.Pd., terhadap tim humas bahwa kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Muhasa tersebut diisi dengan pemaparan materi dan diskusi interaktif. Pershalyn M. Almerol bersama mahasiswa College of Criminology NEUST tampil memimpin sesi tersebut.
"Melalui kegiatan ini, siswa dan guru mendapatkan wawasan mengenai hukum kejahatan siber dan hukum lingkungan. Materi disampaikan oleh akademisi NEUST bersama mahasiswa College of Criminology sehingga peserta dapat mengenal perspektif pembelajaran dari perguruan tinggi di Filipina," terangnya.
Dalam pemaparannya, materi hukum siber menitikberatkan pada pengenalan persoalan hukum yang kerap muncul dari aktivitas di ruang digital. Di sisi lain, materi hukum lingkungan mengulas pentingnya regulasi dalam menjaga serta melindungi ekosistem sekitar.
Kedua topik tersebut sukses memantik antusiasme peserta melalui ruang diskusi yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, kolaborasi internasional ini tidak hanya menjadi wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kontribusi tersebut mencakup SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui sinergi ini, FH Universitas PGRI Madiun dan NEUST Filipina berhasil memperluas cakupan kerja sama akademik lintas negara, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi pelajar menengah untuk memahami isu-isu hukum global sejak dini.



