Panen Hidroponik Ceria di Bio Hydrofarm UNIPMA: Langkah Hijau Mahasiswa Pendidikan Biologi 

Assosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi (AMPIBI) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) melakukan panen sayur hidroponik di Kebun Biologi Universitas PGRI Madiun pada, Rabu, 03/2024, kemarin. Kegiatan yang diberi nama “Bio Hydrofarm” ini dihadiri oleh mahasiswa Pendidikan Biologi serta karyawa Biologi Universitas PGRI Madiun. Proses kegiatan dilaksanakan dari pukul 08-00 Wib sampai selesai.

Meskipun kegiatan tidak bersifat formal dan tanpa sambutan resmi, acara panen tetap berjalan lancar. Tanaman yang dipanen kali ini adalah Pakcoy dan Sawi. Semua peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pemanenan, serta menciptakan suasana ceria kebersamaan dan antusiasime yang tinggi di antara mereka.

Metode hidroponik yang digunakan dalam kebun Bio Hydrofarm memiliki banyak keunggulan. Berberapa diantaranya adalah efisiensi penggunaan air, pertumbuhan tanaman cepat, kontrol lingkungan lebih baik, hasil panen tinggi, dan kualitas tanaman bagus. Hidroponik memungkinkan pengendalian hama dan penyakit serta penggunaan lahan lebih efisien, terutama daerah perkotaan dengan ruang terbatas.

Ketua pelaksana, Betry Handayani Nababan, menyampaikan bahwa harapan dari kegiatan ini adalah mendapatkan sayuran dengan kualitas yang baik, dari segi rasa, tekstur, maupun kandungan nutrisinya. Selain itu juga, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam bidang pertanian modern serta mempromosikan metode bercocok tanam yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Kegiatan panen sayur hidroponik ini merupakan salah satu bentuk aplikasi nyata dari mata kuliah kewirausahaan yang diajarkan di Universitas PGRI Madiun. Meskipun tidak secara langsung terkait dengan kurikulum mata kuliah biologi, namun kegiatan ini memberikan manfaat edukatif yang signifikan bagi para mahasiswa, terutama dalam hal penjualan dan pemasaran produk hasil panen.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kesadaran mahasiswa serta masyarakat luas akan pentingnya metode pertanian berkelanjutan seperti hidroponik dalam menghadapi tantangan ketersediaan lahan dan air di masa depan.” Tutup Betry.