Penguatan Entrepreneuship Village di Desa Wakah Melalui Inovasi Produk Olahan Jagung 

Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menjadi saksi pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Mahasiswa (PPK ORMAWA) oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (Magenta) yang bekerja sama dengan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Program ini mengusung judul "Penguatan Entrepreneurship Village di Desa Wakah melalui Inovasi Produk Olahan Jagung" dan melibatkan 13 anggota tim serta masyarakat Dusun Manjungsari, Desa Wakah.

Kegiatan yang dimulai pada bulan Juni hingga Oktober ini didukung penuh oleh Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), dosen pendamping, dosen pembina ormawa, kepala desa, kepala dusun, dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Program ini bertujuan untuk mengembangkan pengolahan jagung, yang merupakan komoditas khas Desa Wakah, dengan melibatkan masyarakat setempat, terutama ibu-ibu PKK, ibu rumah tangga, sentra pengrajin, dan karang taruna.

Dengan diversifikasi produk olahan jagung seperti dodol jagung, nasi jagung instan, dan cornflakes, diharapkan Desa Wakah dapat meningkatkan pendapatan ekonominya dan memperkenalkan produk khas desa ke masyarakat luas. Masyarakat Dusun Manjungsari sendiri menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan ini. Mereka berpartisipasi aktif dan merasa terhibur dengan kehadiran tim PPK ORMAWA.

Dusun Manjungsari dikenal sebagai penghasil jagung terbanyak di kecamatan, sesuai data BPS beberapa tahun terakhir. Kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat dari berbagai usia menciptakan hubungan yang erat dan memperkuat silaturahmi di dusun tersebut. Desa Wakah sering menjadi lokasi strategis untuk kegiatan seperti KKN, riset, dan lainnya, oleh mahasiswa dan dosen.

Qanaya Shiva Romadhona, ketua tim pelaksana, berharap program ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Wakah. Dengan pelatihan keterampilan usaha, pengembangan UMKM, dan inisiatif ekonomi kreatif, diharapkan pendapatan masyarakat dapat meningkat.

“Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi lokal dan pertumbuhan ekonomi desa.” Tutup Qanaya pada Senin, 01/07/2024, kemarin, saat di wawancarai.