Mahasiswa UNIPMA Raih Juara 1 Tari Tunggal Tradisional di Festival Mystical of East Java 

Universitas PGRI Madiun — Valentino Satria Wibowo, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun), meraih juara 1 lomba tari tunggal tradisional dalam rangkaian Festival Eventaza di GOR Wilis, Kota Madiun. Kompetisi yang diselenggarakan Eventaza itu berlangsung pada Sabtu–Minggu, 12–13 September 2026, dan diikuti penari dari wilayah eks Karesidenan Madiun.

Valentino membawakan Tari Luput Sinujud dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari kalangan pelajar hingga mahasiswa. Tari tersebut membawa pesan tentang pentingnya mengingat Tuhan atas rezeki yang diterima serta memaknai rasa syukur melalui doa.

Bagi Valentino, raihan juara tersebut menjadi hasil dari konsistensinya berlatih sekaligus bagian dari upayanya menjaga seni tari tradisional. Ia ingin capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti kompetisi lainnya.

“Prestasi ini menjadi bentuk konsistensi saya dalam berlatih menari sekaligus menjaga tradisi seni tari Indonesia,” ujar Valentino, Selasa (29/9), kemarin.

Kecintaannya terhadap seni tari juga ia kembangkan melalui aktivitas di lingkungan kampus. Valentino saat ini dipercaya menjadi Ketua UKM Tari Tjandra Kirana Universitas PGRI Madiun, wadah bagi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni tari.

Menurut Valentino, keberadaan UKM tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus mengembangkan potensi seni yang mereka miliki. Fasilitas dan lingkungan kampus juga turut mendukung proses latihan yang dijalaninya.

Dukungan tidak hanya datang dari lingkungan kampus. Keluarga turut membantu persiapan Valentino sebelum mengikuti perlombaan, mulai dari menyiapkan properti tari hingga menyediakan transportasi menuju lokasi kompetisi dan membawa perlengkapan pertunjukan.

Di sisi lain, pengalaman mengikuti kompetisi membuat Valentino ingin mendorong mahasiswa Universitas PGRI Madiun untuk mengembangkan potensi sesuai bidang masing-masing. Selain aktif di bidang seni tari, ia juga menjalankan peran sebagai Putra Universitas PGRI Madiun 2026.

“Saya ingin mahasiswa Universitas PGRI Madiun terus mengejar prestasi sesuai bidangnya dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.

Ke depan, Valentino berharap prestasi di bidang tari dapat terus bertambah seiring dengan peningkatan kemampuan yang ia lakukan. Ia juga ingin capaian tersebut turut membawa nama Universitas PGRI Madiun lebih dikenal sekaligus ikut menjaga keberlanjutan seni tari Indonesia.

Bagi Valentino, kompetisi tari bukan hanya ruang untuk mengejar penghargaan. Panggung perlombaan juga menjadi tempat untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan memperkenalkan nilai yang terkandung dalam seni tradisional kepada masyarakat.