Tim Pendidikan Fisika UNIPMA Raih Juara 1 Kompetisi Inovasi Pembelajaran EDUFEST 2026
Universitas PGRI Madiun — Tim Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) meraih juara 1 kategori Learning Media Innovation dalam International Learning Media Innovation Competition, bagian dari EDUFEST 2026 yang diselenggarakan BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Tim yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Fisika (KOMFI) tersebut terdiri atas Handika Bima C, Laila Haming T, dan Rizky Wildan, dengan pendampingan Dr. Erawan Kurniadi, S.Si., M.Pd. Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional.
Tim Universitas PGRI Madiun membawa EduPhy-AI, media pembelajaran fisika berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memadukan simulasi numerik dengan tutor virtual. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu siswa memahami fenomena fisika yang sulit divisualisasikan, termasuk persoalan nonlinier seperti dinamika iklim.
Handika menjelaskan, EduPhy-AI menggunakan metode Runge-Kutta untuk menampilkan simulasi numerik, kemudian memadukannya dengan AI Sokratik. “EduPhy-AI dirancang untuk membantu siswa memahami fenomena fisika yang abstrak melalui simulasi dan pertanyaan terarah, sekaligus mendeteksi miskonsepsi secara otomatis,” ujar Handika.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan media karena siswa tidak sekadar memperoleh hasil akhir, tetapi juga diarahkan untuk memahami proses dalam memecahkan persoalan fisika.
EDUFEST 2026 mengusung tema From Local Wisdom to Global Excellence: Shaping Inclusive and Future-Ready Generations. Rangkaian kompetisi dimulai dari pendaftaran pada Agustus 2026, dilanjutkan proses penjurian pada awal September dan pengumuman finalis pada 9 September 2026. Puncak kegiatan dijadwalkan melalui Awarding Ceremony pada 20 September 2026.
Dosen pendamping tim, Dr. Erawan Kurniadi, S.Si., M.Pd., menilai EduPhy-AI menunjukkan kemampuan mahasiswa Pendidikan Fisika dalam memadukan pendekatan pedagogis dengan aspek teknis.
“EduPhy-AI menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran dapat dikembangkan secara kreatif sekaligus kuat dari sisi teknis,” ujar Erawan.
Ia berharap EduPhy-AI terus dikembangkan agar dapat digunakan lebih luas dalam pembelajaran fisika di Indonesia. Prestasi tersebut juga diharapkan mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan pembelajaran dan berani mengikuti kompetisi pada tingkat internasional.
Melalui pencapaian tersebut, tim Pendidikan Fisika Universitas PGRI Madiun tidak hanya membawa inovasi media pembelajaran ke ajang internasional, tetapi juga memperlihatkan pemanfaatan teknologi AI sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran fisika yang lebih interaktif dan membantu siswa memahami konsep yang kompleks.




