Mahasiswa Akuntansi UNIPMA Bantu Sayur Keliling Bu Tantri Lebih Siap Bersaing 

Universitas PGRI Madiun- Enam tahun melayani kebutuhan sayur warga sekitar Pilangbango, usaha “Sayur Bu Tantri” mulai mendapat sentuhan baru dari mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun).

Pendampingan ini dilakukan oleh kelompok 4 yang beranggotakan Luis Pujiana Maharani, Dindya Nurisma Cahya Dewi, Dewi Maharani Sonia Putri, dan Salma Nur Nabila. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan ilmu mata kuliah Kewirausahaan Lanjutan dengan menghadirkan solusi berdasarkan kebutuhan langsung pelaku usaha.

Berbeda dari sekadar memberikan bantuan, mahasiswa terlebih dahulu mendatangi lokasi usaha milik Tantri Wahyuni di Jalan Pilang Werda RT 15/RW 04, Pilangbango, Madiun. Mereka berdiskusi dengan pemilik usaha untuk mengetahui kendala yang selama ini dihadapi dalam menjalankan bisnis sayur keliling.

Luis Pujiana Maharani selaku ketua kelompok mengatakan, proses pendampingan diawali dengan mengenali kondisi usaha mitra secara langsung. “Kami melakukan diskusi untuk menentukan solusi agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” ujar Luis, Sabtu (1/8), kemarin.

Salah satu kendala yang ditemukan adalah belum tersedianya alat  untuk membantu menentukan harga jual berdasarkan berat produk. Selain itu, usaha tersebut juga belum memiliki media promosi yang dapat memperkenalkan usaha kepada lebih banyak pelanggan.

 “Masalah utama mitra kami adalah belum memiliki timbangan dan banner. Dengan adanya timbangan, penentuan harga bisa lebih jelas berdasarkan berat produk,” kata Luis.

Pendampingan ini merupakan bagian dari program Kampus Berdampak yang melibatkan mahasiswa dalam membantu pengembangan UMKM masyarakat.  Dalam pelaksanaannya, kelompok 4 tersebut di dampingi oleh dosen pembina sekaligus pengampu mata kuliah kewirausahaan lanjutannya, Heidy Paramitha Devi, S.Pd., M.Si., CSRS.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan teori kewirausahaan, tetapi juga belajar memahami tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha. “Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu usaha Ibu Tantri Wahyuni semakin berkembang dan meningkatkan pendapatan,” pungkasnya.

Kegiatan pendampingan UMKM ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang penguatan ekonomi masyarakat, SDG 8 mengenai pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing UMKM, serta SDG 17 melalui kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat.