Tingkatkan Kesiapsiagaan Kampus, Mahasiswa UNIPMA Dibekali Keterampilan Jinakkan Api
Untuk meminimalisir risiko bencana di lingkungan pendidikan, Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menggelar Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Pemadaman Api Kecil di Area Lab Terpadu, Sabtu (2/5), kemarin. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan taktis dalam memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara cepat dan tepat.
Pelatihan yang berlangsung interaktif ini melibatkan perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Himpunan Mahasiswa Fakultas (HMF), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Universitas PGRI Madiun menggandeng ahli dari CV Eka Kirana sebagai instruktur utama untuk memastikan materi yang disampaikan sesuai dengan standar keselamatan kerja.
Sesi pertama dibuka oleh Mohammad Arfi Setiawan, M.Pd., yang memberikan sosialisasi mendalam mengenai rambu-rambu Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L). Peserta diajak memahami Fire Tetrahedron atau empat unsur pembentuk api: panas, bahan bakar, oksigen, dan reaksi kimia berantai.
Selain teori dasar, peserta juga diperkenalkan pada sistem proteksi kebakaran pasif seperti desain bangunan tahan api, serta sistem aktif yang mencakup detektor asap, sprinkler, hingga mobilitas penggunaan APAR.
Puncak acara ditandai dengan praktik langsung di lapangan. Para mahasiswa dilatih mengenali jenis-jenis APAR berdasarkan medianya, mulai dari air, foam, serbuk kimia (dry chemical powder), hingga CO2, yang masing-masing memiliki fungsi spesifik untuk kelas kebakaran A, B, C, atau D.
Victora, perwakilan dari HMPS Teknik Kimia (Tekim) dalam wawancaranya menilai pelatihan ini sangat bermanfaat. “Kegiatan ini menambah kesiapsiagaan kami terhadap keselamatan kerja, baik di lingkungan kampus maupun saat terjun ke dunia industri nanti,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Nabil perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menilai kegiatan ini sebagai investasi keselamatan bagi seluruh komunitas kampus. Pelatihan APAR membantu membangun fondasi mahasiswa yang profesional, kompeten, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Tidak hanya soal memadamkan api, pelatihan ini juga menekankan pentingnya manajemen kepanikan. Peserta diajarkan prosedur tanggap darurat mulai dari pendeteksian api awal, aktivasi alarm, cara menghadapi kepulan asap, hingga pemahaman denah bangunan untuk jalur evakuasi tercepat.
Melalui pelatihan intensif ini, Universitas PGRI Madiun berharap seluruh elemen mahasiswa memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga keamanan lingkungan kampus, sehingga potensi bahaya kebakaran dapat dimitigasi sedini mungkin sebelum berkembang menjadi bencana besar.
Untuk informasi lebih lengkap terkait kegiatan kampus, dapat mengunjungi akun Instagram resmi Universitas PGRI Madiun di @official_Universitas PGRI Madiun. Universitas PGRI Madiun juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Pendaftaran mahasiswa baru program Reguler dan RPL tahun akademik 2025/2026 juga telah dibuka.
Informasi lengkap terkait program studi dan persyaratan dapat diakses melalui akun Instagram @Universitas PGRI Madiun_pmb, atau dengan datang langsung ke Biro PMB di Kampus 1, Jalan Setiabudi No. 85 Madiun, maupun Kampus 2 di Jalan Raya Klitik Km 5 Ngawi. Informasi juga tersedia di laman resmi Universitas PGRI Madiun, www.Universitas PGRI Madiun.ac.id.




