HMFKIP UNIPMA Gelar Lomba Tari Tradisional, Diikuti 33 Peserta  

Universitas PGRI Madiun — Himpunan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (HMFKIP) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) menggelar lomba tari tradisional bagi generasi muda di Joglo Palereman Kelun, Kota Madiun, Sabtu (3/10), kemarin. Sebanyak 33 peserta berusia 15 hingga 20 tahun mengikuti kompetisi yang menjadi ruang untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenalkan kembali seni tradisional kepada generasi muda.

Mengusung tema “Empowering Young Minds Inspiring Future Leaders”, lomba tersebut terbuka bagi peserta umum dengan kategori tari tradisional. Peserta diperbolehkan membawakan tari kreasi, dengan ketentuan tetap mempertahankan unsur tradisional dalam penampilannya.

Ketua pelaksana, Azzahra Lailatul Hanifah, mengatakan setiap peserta tampil secara individu dengan durasi sekitar tiga hingga tujuh menit. Penampilan peserta dinilai oleh tiga juri berdasarkan empat aspek, yakni wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa.

“Lomba ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan bakat, melestarikan budaya, serta meningkatkan kreativitas di bidang seni tari,” ujar Azzahra.

Selain kemampuan seni, kegiatan yang berada di bawah Divisi Seni dan Olahraga (Senor) HMFKIP Universitas PGRI Madiun itu diarahkan untuk mengembangkan potensi nonakademik peserta. Kompetisi juga menjadi sarana melatih kreativitas, motivasi berprestasi, kedisiplinan, dan sportivitas.

Dari 33 peserta, Zara Fatwatul Mawadah dari Madiun meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Zahra Angelina Marchela Fifiana dari SMAN 1 Kawedanan, sedangkan Azis Muham Ariya Putra dari SMK PGRI 2 Ponorogo meraih juara ketiga.

Sementara itu, Retno Anggraini dari SMAN 1 Nglames meraih juara harapan pertama dan Nazywa Malika Aura Purnomo dari sekolah yang sama menjadi juara harapan kedua.

Azzahra berharap kegiatan tersebut dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai seni tradisional. Menurut dia, kompetisi juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk terus berkarya sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan mengembangkan kreativitas di bidang seni tari,” tambahnya.

Lomba tari tersebut juga sejalan dengan upaya memperkuat literasi budaya melalui pendidikan. Selain menjaga keberadaan seni tradisional, proses latihan dan kompetisi memberi kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan kemampuan nonakademik serta mengenal nilai budaya yang hidup di masyarakat.