Interactive Talkshow Fakultas Hukum UNIPMA, Dorong Kemandirian Mahasiswa di Era Society 5.0
Universitas PGRI Madiun — Kemampuan mahasiswa hukum tidak cukup dibangun melalui penguasaan teori dan peraturan. Kemampuan menalar persoalan hukum, membangun kompetensi diri, serta mengelola kondisi emosional juga menjadi bekal menghadapi dunia akademik dan profesional di era Society 5.0.
Hal tersebut menjadi fokus Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) melalui interactive talkshow bertajuk Capacity Building guna Mendorong Kemandirian Mahasiswa Hukum untuk Cerdas Intelektual dan Cerdas Emosional di Era Society 5.0 di Waroeng Garasi Madiun, Sabtu (12/9), kemarin.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum (HMPS) Yuris bersama Himpunan Mahasiswa Fakultas Hukum (HMFH) itu mengemas pembekalan melalui diskusi interaktif dan sharing session. Sebanyak 68 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa.
Septian Ali Islamudin selaku ketua pelaksana dalam wawancaranya mengatakan program tersebut dirancang untuk membangun kemandirian mahasiswa sejak awal perkuliahan, baik dalam kemampuan intelektual maupun emosional.
“Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong kemandirian mahasiswa hukum, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga emosional,” ujarnya.
Materi yang diberikan mencakup tiga aspek. Dr. Sulistya Eviningrum, S.H., M.H., membahas Basic Legal Reasoning sebagai dasar mahasiswa dalam menganalisis persoalan hukum secara logis.
R. Indra Priangkasa, S.H., M.H., memberikan materi strategi belajar untuk membangun personal branding di bidang hukum. Sementara itu, Ananta Prabowo, S.Psi., membahas kecerdasan emosional, kesadaran kesehatan mental, dan langkah penanganannya.
Menurut Septian, ketiga materi tersebut saling melengkapi kebutuhan mahasiswa dalam menjalani pendidikan hukum. Kemampuan berpikir hukum dipadukan dengan pengembangan diri dan kesadaran emosional agar mahasiswa lebih siap menghadapi tuntutan akademik maupun sosial.
“Mahasiswa dibekali basic legal reasoning untuk membangun kecerdasan intelektual serta pengetahuan mengenai kesehatan mental untuk memperkuat kecerdasan emosional,” tambahnya.
Peserta kegiatan terdiri atas pengurus HMPS Yuris, HMF Hukum, dan mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2026. Bagi Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun, pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan memiliki bekal menghadapi lingkungan profesional.
Kegiatan turut dihadiri Dekan Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun Dr. Siska Dianasari, S.H., M.H., beserta jajaran, Ketua Program Studi Ilmu Hukum Dr. Sulistya Eviningrum, S.H., M.H., serta para dosen Fakultas Hukum.
Septian berharap kegiatan tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk lebih mandiri dan berdaya saing selama menjalani pendidikan hingga terjun ke masyarakat.
“Harapannya, mahasiswa Yuris lebih mandiri, berdaya saing, dan memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional,” pungkasnya.



